Jumat, 23 September 2011

Membara Cintaku Untuk Masyayikh (Puisi)


                             KEMBARA CINTAKU UNTUK MASYAYIKH

                                                                   Buah karya:Mas Damar

Aku masih setia disini…
Menapaki waktu bersamamu
Menghabiskan sisa sisa nafas yang mulai tua
Menyerap berkah yang tersaji
Lestari melakukan terapi bagi hati


          Terus ku pelajari jejak- jejak Salafussholih
          Yang menitis pada Masyayikh
          Langkah- langkah yang tak pernah lelah
          Jiwa yang berusaha menggapai puncak syauqi
          Mencari pada sebuah arti haqiqat
         

          Aku masih setia disini……
          Menelisik detik pada detik
          Di ruang yang terasa luas
          Menghempaskan segala penat yang terkuras
          Bercumbu dengan pena..pada akalku yang terbatas
         
          Masih…menggerakkan pena mengalirkan tinta
          Berusaha merubah semua kehidupan yang penuh luka putus asa
          Menangkap setiap kalam hikmah yang mengalir
          Bersedia…..menampung barokah yang bergulir


          Aku masih setia disini……
          Larut luluh dalam keheningan hatimu
          Yang tulus sama derasnya tetes air mata
          Ku teduhkan duka…Melarutkan kepedihan kedalam jiwamu
          Tenggelam dalam mata air cintamu
         

          Aku bergelut dalam kemelut jiwaku
          Duka…sedih…ceria…gembira...benci…
          Amarah…dendam…rindu…cinta…
          Yang bersarang,melejit silih berganti
         
Ah….biar aku terus merangkak dan melangkah
Sejak kapan….dan sampai kapan….????!!
Bukankah ini sudah menjadi  ketetapan langit?!
Aku harus wujudkan imaji dan kewarasanku


Aku masih setia disini ……
Selaksa Tanya dari ketiadaanku berontak!
Bagaimanakah eksistensiku di sampingmu?!
Dalam diam hening yang tergantikan
Aku masih disini dan terus setia padamu
          Saat adaku bukanlah aku….
          Jiwaku teruz  mengembara
          Mencari tempat berpijak
          Menyalami ruang dan gerak
          Tuk..memahami keagunganMu
         

          Aku masih setia disini….
          Di tanah suci ini”Mamba’ul Hikam”
          Mata air hikmah yang tak henti mengalir
          Ku telusuri jejak-jejak sufi yang terpancar
          Dari manusia-manusia suci…

          Tak hentinya Masyayikh mengabadikan jejak-jejak itu
          Terbingkai rapi dalam imaji yang menyentuh
          Menjelma gerak yang begitu nyata
          Bak matahari yang selalu setia menjemput pagi
         

          Kala paradigma dunia  membutakan mata,memekakan telinga
          Mengkelamkan hati yang sedikit suram
          Sikap dan hadirmu tak tergoyahkan
          Bagai tiang yang kokoh tegak berdiri
         
          Kata- katamu tak ubahnya nafas dan dengungan
          Yang merasuk kedalam hatiku
          Menguak esensi dan inti hidup ini
          Menuntun meniti tangga spiritual yang tinggi
         

          Aku masih setia disini…..
          Gerakkanmu terus menyadarkanku
          Membebaskanku dari belenggu kegelapan hatiku
          Menghancurkan…mengikis habis sifat madzmumah
          Merobohkan egoku
         
          Selepas gelora di ujung malam
          Ku temukan tubuhmu memu’alam dalam  gerak
          Ku saksikan senyummu yang tergurat pada pepuing pelangi
          Begitu indah tak terperikan
         
Ingin hasyratku untuk utarakan ini
Entah….butuh seribu jilid buku
Tuk mengejawantahkan perasaan ini
Hingga engkau selami
Dan….muncul kata ridlho dan do’amu untukku

Mungkin aku bukanlah apa atau siapa…??
Tapi aku ingin mendapat tempat dihatimu
Tuk memahami dan merasakan cinta yang kau rasakan
Eksistensi cinta pada dzat yang tak pernah mati

Menyalami gerak dan sunnahmu setiap saat
Ku temukan engkau disana masih dalam dirimu sendiri
Lembut hangat jemarimu masih kugenggam
Biar aku terbawa olehmu
Sekedar menyelami butir embun firdaus dan menghirupnya


Aku masih setia disini…..
Metamorfosis jiwaku  akan terus berlanjut
Waktu yang ku jalani searah jarum jam
Adaku ingin selalu disisimu
Tapi……bukankah aku harus beranjak..?!
Kembali kepelukan ibunda..?!

Biarlah bekunya malam melahapku
Semua gejolak telah kutumpahkan
Sebelum waktuku tuk beranjak
Ingin kutatap wajah-wajah tulus itu
Ingin kusalami tangan –tangan suci itu dan mengecupnya
Semoga ….kau akui aku adalah bagianmu
Do’a barokahmu menyertaiku

Duhai..Masyayikh…
Aku masih setia dan akan selalu setia
Pada petuah-petuahmu...pada kalam- kalammu
Pada jejak-jejak sufi yang kau telusuri
Aku akan selalu setia….

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar